Ads 468x60px

Giusto odio dignissimos

10 Kata-kata penggugah jiwa

Rendah hatilah! Engkau menjadi seperti bintang, dia berada tinggi di langit. Tetapi di permukaan air, dia tampak rendah...

Read More
Puisi Rendra

Puisi Rendra

Menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi...

Read More
Cerita untuk anda

Cerita untuk anda

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua...

Read More
Itaque earum rerum

Itaque earum rerum

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia...

Read More
Epudiandae sint molestiae

Epudiandae sint molestiae

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia...

Read More
Sahut aut reiciendis

Sahut aut reiciendis

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia...

Read More
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

10 KATA-KATA PENGGUGAH JIWA

  1. 1.Rendah hatilah! Engkau menjadi seperti bintang, dia berada tinggi di langit. Tetapi di permukaan air, dia    tampak rendah.
  2. 2.Seseorang yang pikirannya dipenuhi banyak gagasan dan rencana cerdas tetapi tidak pernah mencoba    merealisasikannya menjadi sebuah karya nyata , maka dia adalah orang yang tidak pernah berguna.
  3. 3.Modal yang diperlukan untuk memulai suatu kemajuan adalah kemauan, keberanian, dan pengetahuan.   Sedangkan kekuatan untuk mempertahankannya adalah kejujuran, komitmen, inovasi dan kesabaran.
  4. 4.Cintailah apa yang kamu miliki jangan terlalu berambisi untuk memiliki apa yang kamu cintai.
  5. 5.Risiko positif dari harapan dan usaha adalah kesuksesan dan kebahagiaan, sedangkan risiko negatifnya adalah kegagalan. Risiko mengungkapkan isi hati adalah penolakan, dan risiko menaruh harapan pada orang lain adalah kekecewaan. Seberapa siapkah kita dalam menghadapi dan menerima risiko itu?
  6. 6.Tidak segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain diukur dari nilai dan kondisi barangnya. Tetapi cinta menuntun hati dan jiwa agar selalu memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintai.
  7. 7.Sabar adalah fondasi horizontal yang membangun keakraban dengan sesama manusia, sedangkan sholat adalah bangunan yang vertikal yang mengakrabkannya dengan yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.
  8. 8.Sabar dan sholat adalah ramuan istimewa yang Allah berikan kepada manusia agar mereka bisa menemukan solusi untuk setiap masalah, mengatasi setiap kesulitan, mengubah kegagalan menjadi harapan, menyulap kesedihan menjadi kebahagiaan, serta melestarikan nikmat dengan rasa syukur yang tiada akhir.
  9. 9.Dunia adalah arena seleksi untuk mencari pemenang. Sedikit manusia yang menyadari bahwa kehidupan dunia adalah permainan besar (The Big Game) yang berhadiahkan surga atau neraka.
  10. 10.Kesuksesan pada masalah masalah duniawi hanyalah kenikmatan yang berakhir bersamaan dengan berakhirnya kehidupan.Dikutip.SESEGAR TELAGA KAUTSAR oleh Huzaifah Ismail.
    Di sarikan dari http://jembatanmerah83.blogspot.com

Rabu, 27 Juli 2011

Cerita untuk anda

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Selasa, 26 Juli 2011

Sang penyelamat

Al-qur'an sebagi pembela dihari akhirat
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"


Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an.